Oleh : Lisa Tjut Ali
Allhamdulillah, tanggal 11
juni 2013, impian saya untuk mengunjugi Istanbul tercapai. Menurut saya Istanbul
bukan saja terkenal dengan negara
menara mesjid, namun kota yang cantik ini juga menyimpan banyak cerita
sejarah. Hampir setiap tempat wisata disana mempunyai latar belakang sejarah
yang menakjubkan, terutama berkaitan
tentang kesultanan dan peradaban Islam. Setiap kaki saya melangkah akan
terlihat menara mesjid yang megah dengan corak dan bentuk yang hampir sama,
seolah-olah seperti mesjid kembar seribu. Saking banyaknya mesjid dengan bentuk
yang sama, saya sampai tidak bisa membedakan dan mengingat nama-nama mesjid
yang telah saya kunjungi.
Mengingat ada beberapa teman
yang juga akan ke Istanbul dan ingin belajar dari pengalaman yang telah saya
lalui. Maka pada tulisan kali ini, saya akan berbagi pengalaman
perjalanan selama di Turki secara lebih detail.
1. Administrasi untuk ke Turki
Bagi warga negara Indonesia yang mengunjungi Istanbul, cukup dengan pasport
dan Visa
on arrival. Untuk visa on
arrival ini dapat diperoleh langsung di bandara dengan biaya US$ 25.00
perorang untuk izin tinggal selama 30 hari.
2. Penerbangan dari Indonesia ke Istanbul
Sekarang ini dari Indonesia ke Istanbul banyak tersedia pilihan penerbangan
yang murah dan nyaman. Untuk mendapatkan harga promo tentu saja harus booking
jauh-jauh hari sebelum masa keberangkatan. Karena saya sedang merantau di
Jerman, maka saya ke Istambul melalui Dusseldorf dengan mengunakan penerbangan
Turkish Airline.
![]() |
Turkish Airline jadi pilihan saat itu |
3. Penginapan di Istanbul
Di Istanbul banyak terdapat hotel dari yang berbintang lima sampai yang tak
ada bintang (kelas ekonomi). Bagi saya asal ada tempat berteduh, walau hotel
tanpa bintang, hanya bermodal bulan dan matahari pun boleh, yang penting saya
bisa tidur dengan nyenyak setelah lelah mengelilingi Istanbul. Kalau
mengunjungi ke Istanbul, lebih baik memilih penginapan di sekitar area
Sultanahmet dan Sirkeci, karena area tersebut dekat dengan tempat-tempat wisata
yang ada di Istanbul, cukup dengan berjalan kaki dalam masa 5- 15 menit saja ke
Blue Mesjid, Aya Sophia, dll. Sehingga
dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
4. Transpostasi di Istanbul
Untuk keliling Istanbul juga sangat mudah, banyak pilihan transportasi
tersedia disana, seperti Bus, Metro, Tram, Tren, Taxi, Bus tour, Cruise dan
Ferry boat. Namun saya pribadi lebih suka keliling Istanbul
mengunakan Metro dan Tram, karena kedua transportasi ini selain melalui
pusat-pusat wisata juga berhenti di setiap halte, sehingga sangat mudah untuk
mengingat setiap halte perhentian, tanpa harus kesasar. Biaya transportasi
untuk Bus, Metro, Tram dan Ferry penyeberangan hanya 3 lira untuk sekali
naik, baik untuk jarak dekat mau pun jauh. Sistem pembayaran transportasi ini mengunakan token
yang dapat di beli di mesin-mesin jentonik. Satu token seharga tiga lira
![]() |
Token merupakan alat pembayaran transportasi di Turki |
Tram dalam kota Istanbul |
Tren antar kota di Istanbul |
Mesin tempat membeli tiket Tren |
Tiket Ferry ke Kabatas, Uskudar dan Harem masing-masing 3 lira |
5. Kuliner di Istanbul
Bagi wisatawan kuliner, saya pikir ke Istanbul
merupakan pilihan yang tepat. Istanbul selain memiliki banyak objek wisata juga
memiliki banyak variasi kuliner, sehingga pengunjung tidak akan pernah bosan
dengan kuliner disana, banyak pilihan menu tersedia disana, seperti sac kavurma,
yumurtali sucuk , pogca, borek, baklava , peynirli borek, tavuk doner, kebab, balik ekmek, maras dondurma, pismaniye dan lokum. Nasi dan
ikan segar juga tersedia disana.
Balik Ekmek " Roti plus ikan segar yang di panggang" |
![]() |
Allhamdulillah dapat menikmati Cake Halal di sini |
![]() |
Sarapan Ala Turki "ikan plus roti" |
6. Souvenir
Jalan-jalan tanpa foto dan souvenir
rasanya kurang lengkap. Nah kalau ke Istanbul, kita dapat membeli berbagai
macam souvenir khas turki seperti gantungan kunci, permadani, perhiasan, baju,
kacangan-kacangan, pismaniye, lokum, dll, di grand bazar, BIM, dan pertokoan. Banyak
pilihan souvenir yang dapat di jadikan oleh-oleh khas dari Istambul.
![]() |
Berbagai jenis Lokum yang belum di bentuk |
![]() |
Lokum ada berbagai rasa |
![]() |
Manisan khas Turki |
![]() |
Berbagai jenis teh (cay) made in Istanbul |
![]() |
Kacang Pistachio yang banyak di jual di Turki |
![]() |
Cherry pun murah meriah di Istanbul |
7. Objek wisata yang menarik di Istanbul
Ada beberapa objek wisata yang sangat
populer yang selalu menjadi incaran para pengunjung, diantaranya Blue Mosque, Haghia
Sophia, Hypodrome, Topkapi Palace, Bosporus Cruise, Taksim Square, Grand Bazaar,
Spice Bazaar, dolmabahce palace, Kabatas, dan Harem. Untuk tulisan tentang objek wisata yang populer di Istanbul, akan saya bahas pada
tulisan selanjutnya. Disini : Memburu wisata populer di Istanbul ( *_*)