Coretan pena

Rabu, 10 Juli 2013

Catatan Turki : Mengembara ke Negeri Istanbul



                                                                                               Oleh : Lisa Tjut Ali


Allhamdulillah, tanggal 11 juni 2013, impian saya untuk mengunjugi Istanbul tercapai. Menurut saya Istanbul bukan saja terkenal dengan  negara  menara mesjid, namun kota yang cantik ini juga menyimpan banyak cerita sejarah. Hampir setiap tempat wisata disana mempunyai latar belakang sejarah yang menakjubkan,  terutama berkaitan tentang kesultanan dan peradaban Islam. Setiap kaki saya melangkah akan terlihat menara mesjid yang megah dengan corak dan bentuk yang hampir sama, seolah-olah seperti mesjid kembar seribu. Saking banyaknya mesjid dengan bentuk yang sama, saya sampai tidak bisa membedakan dan mengingat nama-nama mesjid yang  telah saya kunjungi.  

Mengingat ada beberapa teman yang juga akan ke Istanbul dan ingin belajar dari pengalaman yang telah saya lalui. Maka  pada tulisan kali ini,  saya akan berbagi pengalaman perjalanan selama di Turki secara lebih detail.

1. Administrasi untuk ke Turki
Bagi warga negara Indonesia yang mengunjungi Istanbul, cukup dengan pasport dan  Visa on arrival. Untuk visa on arrival ini dapat diperoleh langsung di bandara dengan biaya US$ 25.00 perorang untuk izin tinggal selama 30 hari.

2. Penerbangan dari Indonesia ke Istanbul
Sekarang ini dari Indonesia ke Istanbul banyak tersedia pilihan penerbangan yang murah dan nyaman. Untuk mendapatkan harga promo tentu saja harus booking jauh-jauh hari sebelum masa keberangkatan. Karena saya sedang merantau di Jerman, maka saya ke Istambul melalui Dusseldorf dengan mengunakan penerbangan Turkish Airline.


Turkish Airline jadi pilihan saat itu


3. Penginapan di Istanbul
Di Istanbul banyak terdapat hotel dari yang berbintang lima sampai yang tak ada bintang (kelas ekonomi). Bagi saya asal ada tempat berteduh, walau hotel tanpa bintang, hanya bermodal bulan dan matahari pun boleh, yang penting saya bisa tidur dengan nyenyak setelah lelah mengelilingi Istanbul. Kalau mengunjungi ke Istanbul, lebih baik memilih penginapan di sekitar area Sultanahmet dan Sirkeci, karena area tersebut dekat dengan tempat-tempat wisata yang ada di Istanbul, cukup dengan berjalan kaki dalam masa 5- 15 menit saja ke Blue Mesjid, Aya Sophia, dll.  Sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.

4. Transpostasi di Istanbul
Untuk keliling Istanbul juga sangat mudah, banyak pilihan transportasi tersedia disana, seperti Bus, Metro, Tram, Tren, Taxi, Bus tour, Cruise dan Ferry boat.   Namun saya pribadi lebih suka keliling Istanbul mengunakan Metro dan Tram, karena kedua transportasi ini selain melalui pusat-pusat wisata juga berhenti di setiap halte, sehingga sangat mudah untuk mengingat setiap halte perhentian, tanpa harus kesasar. Biaya transportasi untuk Bus, Metro, Tram dan Ferry penyeberangan  hanya 3 lira untuk sekali naik, baik untuk jarak dekat mau pun jauh. Sistem pembayaran transportasi ini mengunakan token yang dapat di beli di mesin-mesin jentonik. Satu token seharga tiga lira

Token merupakan alat pembayaran transportasi di Turki


 
Salah satu Bus di Istanbul



Tram dalam kota Istanbul



Tren antar kota di Istanbul



Mesin tempat membeli tiket Tren



Terlalu banyak jenis transportasi air di Istanbul



 Tiket Ferry ke Kabatas, Uskudar dan Harem masing-masing 3 lira



5. Kuliner di Istanbul
Bagi wisatawan kuliner, saya pikir ke Istanbul merupakan pilihan yang tepat. Istanbul selain memiliki banyak objek wisata juga memiliki banyak variasi kuliner, sehingga pengunjung tidak akan pernah bosan dengan kuliner disana, banyak pilihan menu tersedia disana, seperti sac kavurma, yumurtali sucuk , pogca, borek, baklava , peynirli borek, tavuk doner, kebab, balik ekmek,  maras dondurma, pismaniye dan lokum. Nasi dan ikan segar juga tersedia disana.


Perahu goyang berhias tempat di jual Balik Ekmek



Balik Ekmek " Roti plus ikan segar yang di panggang"



Allhamdulillah dapat menikmati Cake Halal di sini



Sarapan Ala Turki  "ikan plus roti"



6. Souvenir 
Jalan-jalan tanpa foto dan souvenir rasanya kurang lengkap. Nah kalau ke Istanbul, kita dapat membeli berbagai macam souvenir khas turki seperti gantungan kunci, permadani, perhiasan, baju, kacangan-kacangan, pismaniye, lokum, dll, di grand bazar, BIM, dan pertokoan. Banyak pilihan souvenir yang dapat di jadikan oleh-oleh khas dari Istambul.


Lokum yang sudah di bentuk, rasanya seperti permen jeli




Berbagai jenis Lokum yang belum di bentuk



 Lokum ada berbagai rasa


Manisan khas Turki



Berbagai jenis teh (cay) made in Istanbul


 
Kue khas Turki enak di nikmati dengan Cay



Kacang Pistachio yang banyak di jual di Turki



Cherry pun murah meriah di Istanbul



    Ini yang selalu menjadi koleksi saat mengembara


7. Objek wisata yang menarik di Istanbul
Ada beberapa objek wisata yang sangat populer yang selalu menjadi incaran para pengunjung, diantaranya Blue Mosque, Haghia Sophia, Hypodrome, Topkapi Palace, Bosporus Cruise, Taksim Square, Grand Bazaar, Spice Bazaar, dolmabahce palace, Kabatas, dan Harem. Untuk tulisan tentang objek wisata yang populer di Istanbul, akan saya bahas pada tulisan selanjutnya. Disini : Memburu wisata populer di Istanbul  ( *_*)








Kamis, 20 Juni 2013

SIM penghias dompet



Begitu baca tema GA mbak Hana tentang SIM, saya langsung tersenyum nyengir teringat suami yang sudah punya SIM  tapi belum punya mobil. Alhasil itu SIM hanya jadi penebal dompet. Padahal kalau kita lihat realita sekarang justru sebaliknya banyak orang yang punya mobil, malah mengemudi tanpa SIM. Kalau di pikir kasihan juga itu SIM sudah mau expired tidak pernah digunakan, gimana mau digunakan mobil aja nggak ada, yang lebih parahnya lagi mengemudi aja kagak bisa. Maklum kami selama dirantau selalu kemana-mana naik motor, biar bisa mesra dan nggak macet dijalan, lagian kalau naik motor bisa meluk mesra saat boncengan dan yang enaknya bisa menyelinap disela-sela mobil kalau macet ( hehehhehe, alasan ya, padahal kagak ada modal beli mobil, iya sich udah lama juga pingin punya mobil, buktinya udah ada SIM, mobilnya belakangan, maklum modal baru cukup untuk SIM doang). Semua pasti pingin punya mobil, selain bisa jalan-jalan dengan aman tanpa kena hujan dan panas, juga bisa tiduran kalau perjalanan jauh, hmmmm jadi ketahuan kebiasaan saya  yang suka tidur kalau menempuh perjalanan jauh. 

Waktu itu tepatnya saat balik ke Aceh, suami berencana mau beli mobil, alasan suami pingin beli mobil karena kami sering mudik dari Banda Aceh ke Lhokseumawe dengan motor, Nah suami khawatir lihat saya yang suka ketiduran di belakang motor, gimana nggak tiduran udah perjalanan jauh melewati pergunungan, anginnya itu juga suka merayu mata saya agar tetap terpejam (untuk kebiasaan saya  yang satu ini jangan ditiru ya, berbahaya). Saat itu saya kasih usul sama suami sebaiknya sebelum beli mobil, belajar dulu mobil sekalian buat SIM, suami nurut saja saran saya,  dengan pertimbangan kalau duluan beli mobil tanpa bisa mengemudi dan tidak ada SIM, itu mobil bakalan jadi hiasan bagasi. 

Mulai saat itu setiap selesai shalat subuh suami saya rutin belajar mengemudi  dengan kakak dan abang ipar saya. Allhamdulillah dengan kegigihannya,  suami sudah bisa mengemudi, walau hari pertama belajar tiang listrik dan mobil kakak jadi korban. Setelah suami belajar mengemudi, kami pun membuat SIM. Ternyata buat SIM sangat mudah dan cepat jika semua persyaratan terpenuhi, hanya dalam masa sehari SIM langsung siap. Semua rencana berjalan mulus, tinggal beli mobil yang di nanti. 

Saat kami sudah persiapkan semua modal untuk  beli mobil,  tiba-tiba  ada tawaran untuk melanjutkan studi. Setelah diskusi panjang lebar dengan suami, akhirnya keputusan untuk melanjutkan studi jadi pilihan saat itu, modal untuk beli mobil pun beralih untuk biaya kuliah, sisanya kami beli motor yang murah sebagai transportasi selama studi di Malaysia.


           Akhirnya kami tetap naik motor selama di Malaysia dan SIM suami masih menjadi hiasan dompet, namun sejak merantau ke Jerman malah  dua SIM yang menjadi hiasan dompet. Hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan, setiap pilihan menentukan masa depan. Pilihan yang bijak dan arif sangat diperlukan agar tiada kata menyesal diakhir. Saat itu kami sudah berusaha membuat pilihan yang bijak, mudah-mudah pilihan kami merupakan pilihan yang tepat, Insyaallah. Kami memilih untuk kuliah, biarlah SIM jadi hiasan dompet, semoga suatu saat nanti impian punya mobil tercapai. Amin.








Senin, 27 Mei 2013

Catatan Jerman : Gembok Cinta di Köln

                                                                                                             
                                                                                                              Oleh : Lisa Tjut Ali




Beberapa bulan yang lalu, setelah jalan-jalan ke perbatasan negara Belgia dan Belanda bersama dengan keluarga pak Rudi Kurniawan M.Sc,  Saya dan suami mampir ke kota Bonn dan Köln.  Kota  Köln atau cologne ini selain terkenal dengan Cologne Cathedral, juga terkenal dengan Jembatan gembok cinta. Kalau mau lihat jutaan gembok dengan model yang unik-unik maka koln lah tempatnya. Tempat ini merupakan tempat yang paling favorit di koln, terutama bagi pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran.  Di sepanjang jembatan gembok cinta atau jembatan Hohenzollern ini, terdapat ribuan juta gembok yang di sangkut tanpa kunci. Konon katanya  bagi pasangan yang ingin cintanya abadi dan tak terpisahkan, akan mengunci gembok-gembok di pagar kawat yang terdapat di sepanjang jembatan. Mereka yang sedang di mabuk cinta sepertinya menyakini mengunci gembok sama dengan mengunci cinta atau hati mereka berdua, sehingga cinta mereka akan tetap abadi dan setia hingga akhir nanti. Kedengarannya sangat konyol dan unik,  mana mungkin cinta dapat di gembok, namun bagi yang sedang kasmaran akan melakukan apa saja untuk membuat hubungan mereka langgeng.

Saya dan suami berulang kali tersenyum nyengir dan adu pandang karena menahan geli, saat  melihat jutaan gembok  dan prilaku muda-mudi yang sedang di mabuk cinta. Berbagai variasi gembok ada disana, dari warna lembut hingga warna cerah, bahkan ukurannya pun bervariasi, dari yang sekecil-kecilnya hingga yang paling besar. Setiap pasangan rasanya ingin memberi gembok cinta yang terbaik. Sebelum gembok-gembok di sangkut ke pagar, mereka akan berdoa atau berikrar terlebih dahulu, seperti sebuah ikrar percintaan antara dua hati yang tak ingin terpisahkan, setelah masing-masing berdoa, mereka akan mengikat gembok yang telah di beri nama mereka berdua ke pagar jembatan, lalu kuncinya di buang ke sungai Rhein. 

Saat melirik sungai Rhein saya jadi berpikir, jika sungai ini kering pasti akan terlihat jutaan kunci yang terbuang di sana.  Sebuah polusi rasanya, membuang kunci-kunci ke sungai, saat kunci itu masih sedikit mungkin tak berdampak apa-apa pada lingkungan namun jika terus-terusan hal ini dilakukan oleh setiap generasi Jerman, lambat laun kan mengangu aliran sungai Rhein. Membuangnya ke tong sampah atau memyimpannya di rumah rasanya jauh lebih bijak, sehingga jika sewaktu-waktu perlu gembok bisa di ambil kembali  ( * _ *).





Cologne Cathedral



Cologne Cathedral  tampak dari depan




 
Berjuta gembok cinta


 
Gembok cinta



 
Gembok biru itu ikatan cinta atau persahabatan



 
semua berharap cinta yang abadi dan sejati


Bervariasi ukuran gembok


 
Kononnya mengikat hati atau cinta




Gembok bentuk kura-kura juga ada


 
Besar sekali gembok hati ini ya



 
saling mengikat


 
Rupanya oma dan opa juga ada ikat gembok


 
hanya persamaan nama tapi bukan saya, wakakakakak



 
Sungai Rhein yang menampung cinta rakyat Jerman



 
Indahnya Sungai Rhein