Coretan pena

Senin, 11 November 2013

Bekerja Ala ibu rumah tangga



                                                                                 Oleh : Lisa Tjut Ali



Miris rasanya jika mendengar pendapat orang-orang yang mengatakan rugi sekolah tinggi-tinggi bagi wanita, kalau akhirnya menjadi ibu rumah tangga yang jadi pilihan terakhirnya. Dulu awalnya saya juga pernah berpikir seperti itu, sangat rugi rasanya kalau sekolah tinggi-tinggi lalu akhirnya hanya jadi pengangguran di rumah, ilmu yang dicari selama di bangku kuliah seakan terbuang percuma. 

     Saat itu saya beranggapan,  kalau hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga, tanpa sekolah juga bisa masak, menyuci dan mengurus rumah, jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi akhirnya jadi penganguran di rumah. 

    Bahkan saya pernah merasa sedih sekali, ketika lelah menghabiskan hari di bangku kuliah, lalu tiba-tiba harus membuat pilihan meninggalkan karir dan ikut mendampingi suami merantau. Di rantau  saya hanya jadi ibu rumah tangga alias pengacara (penganguran banyak acara), tugas saya kemana suami pergi ikut mendampingi.  

 Kini, Seiring dengan berkembangnya waktu, pemikiran saya menjadi berbeda, apalagi setelah merasakan pengalaman menjadi ibu rumah tangga selama 8 tahun.

Mengangur?

Siapa bilang ibu rumah tangga mengangur, di rumah seorang ibu rumah tangga malah melakukan banyak aktifitas. Memasak, membereskan rumah dan melayani suami juga termasuk  bekerja. Bekerja ala ibu rumah tangga. Bekerja yang kantornya di rumah dan tanpa di bayar.

Rugi ilmu selama di bangku studi?

Selama ini kita sering menyepelekan pekerjaan ibu rumah tangga, seolah-olah melakukan rutinitas rumah tangga tidak perlu ilmu, padahal justru pekerjaan ibu rumah tangga yang perlu menguasai banyak ilmu. Ilmu dibangku kuliah itu tidak pernah rugi meski seorang wanita tidak bekerja kantoran, karena ilmu di bangku kuliah itu sangat berguna untuk bekal wanita dalam mengelola rumah tangga. Mungkin kalau  seorang pekerja di kantor keuangan, tentu saja kerjanya hanya mengurus masalah keuangan. Begitu juga kalau seorang pekerja di bidang kesehatan, pasti ruang lingkup kerjanya berhubungan dengan medis. Namun bagi ibu rumah tangga,  tentu saja banyak hal yang harus dilakukannya. Seorang ibu bukan saja mengurus keuangan keluarga, bahkan kesehatan dan permasalahan dalam keluarga harus ditanganinya. Untuk mengurus semua itu tentu saja seorang ibu rumah tangga perlu ilmu yang banyak, tidak cukup hanya ilmu ekonomi.

Pengalaman saya pribadi, sehari -hari saja saya harus mengelola uang belanja bulanan pemberian suami, saya harus mengatur Anggaran Pendapatan Belanja Keluarga (APBK) agar dengan pendapatan yang papasan dapat menampung semua kebutuhan (tentu saja ilmu ekonomi saat saya kuliah dulu sangat  diperlukan untuk tugas ini). Saya juga harus memasak, menjaga dan mengontrol makanan apa yang boleh dan yang tidak boleh di konsumsi suami sesuai dengan riwayat penyakit yang dialami suami ( tentu saja dalam hal ini setidaknya saya memerlukan sedikit ilmu kedokteran agar dapat menyajikan makanan yang sehat untuk keluarga). 

    Bagi yang mempunyai anak, kepintaran si ibu pula dapat digunakan untuk membimbing anak-anaknya saat belajar, seperti membantu anak-anak buat PR matematik, agama, IPA, IPS, dll. Bahkan kadangkala ibu rumah tangga juga berperan sebagai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menyelidiki sumber pendapatan suami, apakah ada yang berasal dari sumber  yang tidak jelas alias korupsi. Ibu rumah tangga juga berperan sebagai MUI (Majelis Ulama Indonesia) atau badan POM (badan pengawas obat dan makanan) yang bertugas menyeleksi komposisi halal atau tidak setiap makanan yang dibeli untuk keluarga. Seorang ibu rumah tangga kadang bertindak sebagai MK (Mahkamah Konstitusi) dalam menegakkan keadilan dalam rumah tangga, seperti ketika bertindak adil terhadap anak-anak yang sedang bertikai (tentu saja ilmu hukum sangat perlu dalam hal ini agar si ibu dapat bertindak adil dan bijak dalam bersikap terhadap anak-anak). Belum lagi kalau suami curhat masalah pekerjaan dan studi beliau,  tentu saja saya juga harus punya ilmu dan pengalaman yang setaraf dengan beliau agar dapat membantu suami menyelesaikan masalahnya tersebut. 

Seperti saat ini, suami saya sedang menuntut ilmu kejenjang yang lebih tinggi, saya berpikir pemikiran beliau dulu dengan sekarang pasti berbeda dari segi pengalaman dan wawasan. Tentu saja saya juga harus menambah ilmu dan wawasan saya agar dapat seiring dengan pemikiran suami, dengan begitu saya akan lebih mudah membantu suami dalam mengatasi permasalahannya. Semakin tinggi pendidikan suami maka permasalahan yang dihadapi pun semakin luas,  tentu saja penyelesaain permasalahannya juga berbeda. Saya berharap dengan melanjutkan pendidikan lagi, ilmu dan pengalaman saya dapat sehaluan dengan pemikiran dan permasalahan suami.

Jenjang sekolah saja, semakin tinggi jenjang sekolah maka makin tinggi juga tingkat  ilmu guru dan pengajar yang dibutuhkan,  misal untuk sekolah dasar (SD), guru atau pengajar biasanya lulusan D3 atau S1, namun kalau sudah mengajar di tingkat Universitas maka pengajar atau dosen dituntun lulusan S2 atau S3. Hal ini dilakukan agar wawasan  guru dapat menyeimbangkan wawasan  pelajar.  Begitu juga dengan  saya dan suami,  saya selalu beranggapan kalau saya punya ilmu dan wawasan, Insyaallah saya dapat membangun wawasan keluarga.

Saya yakin jika perekonomian, pendidikan,  kesehatan, keluarga stabil maka secara tidak langsung menyumbang kepada membaik dan stabilnya perekonomian, pendidikan dan kesehatan negara. Intinya tidak ada yang rugi dalam mencari ilmu meskipun tidak berkarir. Ilmu itu bukan saja ada di sekolah-sekolah tapi juga  bisa di peroleh dari pengalaman-pengalaman. 

Saya merasa kurang tepat jika orang mengatakan dengan sekolah S1, S2, S3 pemikirannya akan semakin baik dan berkembang,  tapi yang lebih tepat adalah dengan ilmu lah pemikiran seseorang menjadi lebih baik dan bijaksana.  Seseorang yang  sekolah S1, S2 dan S3 itu belum tentu berilmu,  kalau hanya untuk mengejar selembar sertifikat,  ijazah untuk mendapat titel. Namun alangkah indahnya kalau kita bisa S1, S2, S3,  bisa mendapatkan ilmu, ijazah sekaligus titel. Jadi bagi ibu rumah tangga yang masih lulusan SMU, S1 atau bahkan yang belum punya kesempatan sekolah, tidak perlu pesimis merasa diri tidak cerdas. Selama wanita tersebut punya ilmu dari pengalaman,  Insyaallah ia akan mampu mendidik keluarga dengan baik. Pengalaman adalah ilmu yang paling berharga untuk di praktekkan.

Saya sangat bersyukur  karena  mempunyai keluarga yang berpemikiran terbuka, walau orang tua saya hanya lulusan sekolah menengah, namun beliau selalu memiliki pandangan dan pengalaman yang luas dan cara berpikir yang berbeda.  Orang tua selalu menjadi motivasi untuk saya melanjutkan cita-cita. Mereka tidak pernah berpikir bahwa seorang wanita yang sekolah tinggi, lalu memilih menjadi ibu rumah tangga merupakan sebuah kerugian.



Di balik kecerdasan seorang anak ada seorang ibu yang lebih cerdas
Di balik bijaknya seorang suami ada seorang istri yang lebih bijak
Dibalik pintarnya seorang pelajar ada seorang guru yang lebih pintar




(* Catatan dan renungan 








Jumat, 08 November 2013

Saling kenal untuk memahami perbedaan

                                                                                               
                                                                                                   
                                                                                               Oleh : Lisa Tjut Ali

                                                                                                



  
Silahturrahmi Muslim di Jerman




Beberapa  hari yang lalu ketika saya menuruni tangga berhadapan dengan seorang pria bersama anjing kesayangannya, hendak menaiki tangga. Awalnya anjing itu tampak tenang namun menjadi garang, mengongong sekuatnya, hendak menyerang. Rupanya anjing itu melihat seekor anjing yang  sedang menuruni tangga bersama tuannya persis di belakang saya. Anjing di belakang saya juga melakukan hal yang sama, mengongong dan memberontak tak mau menurut kata tuannya, meski sudah dipukul berulangkali. Ini bukan kali pertama saya melihat anjing yang beda tuannya, akan saling menyerang bila berhadapan. Anehnya anjing yang walau beda jenisnya akan terlihat akur dan menyayangi jika dimiliki tuan yang sama, mungkin karena tidak saling mengenal saya pikir. Bahkan pernah  seekor anjing  yang melihat dirinya di kaca mengongong dan menyerang dirinya, karena tak pernah melihat  dan mengenal wujudnya sendiri, merasa itu anjing yang lain. Anjing- anjing yang tidak saling mengenal  selalu  mengangap musuh lawan mereka.

Saya jadi berpikir, kita sering sekali menvonis orang lain yang belum dekat dengan kita sebagai seorang yang sombong, hanya karena ia tidak ramah dengan kita, padahal itu terjadi karena kita belum mengenal pribadinya, mungkin saja orang tersebut memang tipe pendiam atau cuek. Tidak saling kenal memang tidak muncul rasa simpati, alhasil kita sering menduga yang bukan sahabat kita adalah musuh. Padahal boleh jadi setelah kita saling kenal, seseorang yang kita anggap musuh, sombong, menjadi sahabat sejati kita kelah.

Dalam rumah tangga saja pasangan yang tidak saling mengenal  dan memahami perbedaan  karakter  akan sering timbul perselisihan, namun  jika sudah saling kenal karakter maka perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah dalam rumah tangga. Perbedaan sebagai pelengkap bukan jurang pemisah



(* Catatan dan renungan 






Selasa, 29 Oktober 2013

Bahagianya punya jiran yang baik

                                                                                                                          

                                                                                                                              Oleh : Lisa Tjut Ali                             



Sering kali kami berpapasan dengan lelaki itu. Lelaki gondrong itu selalu berjalan dengan anjing hitam kesayangannya. Dibiarkannya anjing itu bergerak lincah tanpa diikat. Ketika melihat kami, lelaki itu segera memanggil anjing hitam itu kearahnya, anjing itu seperti sudah mengerti isyarat, segera mendekat dan merapat ke tuannya. Lelaki itu segera memengang erat anjingnya dan tersenyum ramah kearah kami sambil menyapa '' hallo, guten morgen'' . '' Morgen '' jawab kami membalas sapanya.

Di hari yang lain ketika saya asyik berbincang dengan suami, tanpa sadar di simpang lorong, dalam arah yang berlawanan anjing hitamnya telah berlari kearah kami, dengan cepat lelaki itu pun segera mengalihkan anjing itu agar tidak terkena kami. Lelaki itu seperti mengerti kalau kami menghindar terkena anjing, tanpa perlu kami beri tahu.

Suami saya bukan lelaki yang suka membincangkan perihal orang lain, apalagi jika tanpa saya tanya. namun hari ini dari ceritanya, saya dapat memahami, betapa nyamannya suami bila berhadapan atau bertemu dengan lelaki gondrong itu, bukan saja suami, saya pun merasa sangat nyaman dengan kehadiran lelaki itu.

Lelaki gondrong yang sekilas terlihat misterius itu adalah tetangga kami, walau kami berbeda agama, berbeda negara, namun ia sangat toleransi. Nyaman sekali rasanya punya tetangga seperti dirinya. Kini saya dapat memahami kenapa dalam islam mengajarkan berbuat baik dengan tetangga, karena dengan adanya tetangga yang baik dan pengertian, jiwa kita merasa tenang, walau hanya berupa sapaan, senyuman atau lambaian tangan dari kejauhan, akan tetap menjadi semangat kala kita kembali ke rumah. namun saya tak dapat membayangkan jika mendapatkan tetangga yang tidak baik, suka menganggu, tentu saja saya akan merasa tidak nyaman. Allhamdulillah, karena Allah menganugrahi kami tempat tinggal dengan tetangga yang baik.

“Di antara kebahagiaan seorang muslim di dunia adalah tetangga yang baik, rumah yang luas dan kendaraan yang menyenangkan.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman!” Nabi ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab,”Yaitu orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah… — disebutkan diantaranya– Sesorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian.” (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah mereka yang terbaik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang terbaik kepada tetangganya.”(HR. at-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash radhiyallahu ‘anhuma)

At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir r.a., dari Nabi Muhammad saw. bersabda:
“Tetangga itu ada tiga macam: tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim.”

Semoga kelah saya punya sebuah rumah yang bertetangga muslim memiliki hubungan kerabat agar memiliki 3 hak ini : hak tetangga, hak Islam dan hak silaturrahim




( *  Catatan dan renungan



Senin, 07 Oktober 2013

Catatan Austria : Mengembara ke Negeri Salzburg

                                                                                                 
                                                                                                              Oleh : Lisa Tjut Ali

                                                                                           


Jalan-jalan, memotret dan menulis adalah hobi saya. Setiap melakukan perjalanan biasanya saya menemukan inspirasi baru yang dapat saya tulis dan berbagi pengalamannya. Untuk memenuhi hobi saya ini, tentu saja dengan memburu tiket-tiket transportasi yang murah meriah sesuai dengan keuangan. Kali ini kami mendapatkan paket liburan murah ke Austria (Salzburg), hanya dengan tiket Bavarian Munchen seharga 26 euro, saya dan suami dapat menikmati indahnya kota Salzburg.  Tiket Bavarian ini adalah tiket seharian penuh untuk mengelilingi Munchen plus Salzburg. Tiket ini berlaku dari Munchen Hbf sampai ke Salzburg Hbf. Nah begitu di Salzburg pengunjung dapat  keliling kota Salzburg dengan membeli tiket seharian yang berlaku untuk seluruh kota sazburg. Saya dan suami lebih suka keliling kota dengan berjalan kaki, selain lebih puas untuk motret-motret juga dapat singgah-singgah kalau menemukan tempat yang menarik. Tentu saja dengan berpandukan peta dan alamat Salzburg. 

Schloss Mirabell  

Dari Salzburg Hbf saya dan suami menuju Schloss Mirabell  yaitu istana yang terkenal dengan tamannya yang indah. Istana ini mulai dibangun pada tahun 1606 atas perintah pangeran uskup Wolf Dietrich Raitenau sebagai kediaman gundiknya Salome Alt. Istana dengan tamannya yang memukau ini  termasuk sebagai situs warisan dunia UNESCO.

 
Schloss Mirabell




Schloss Mirabell   atau Istana Mirabell ini sangat terkenal dengan tamannya yang indah, kalau musim semi keindahan tamannya semakin lengkap dengan warna-warni bunga, berbagai macam ukiran patung pun ikut memperindah taman Mirabell. Begitu masuk pintu gerbang taman, saya langsung melihat air mancur berdekorasi kuda, di air mancur inilah  yang menjadi  salah satu setting film The Sound of Music.

Setelah puas motret-motret di  Schloss Mirabell, dari taman ini kami terus berjalan keliling kota mengikuti gerak hati. Menapaki setiap alun-alun kota, sambil jepret-jepret kiri kanan, tangan pun tidak berhenti menghapus keringat yang bercucuran. Di Austria cuacanya memang lebih panas dibandingkan Duisburg. Kami pun berhenti di Mozartwohnhaus.  

Mozartwohnhaus

Mozartwohnhaus adalah kediaman Mozart tempo dulu. Di rumah inilah mozart menghabiskan hari-harinya, tentu saja dengan kegemaran musiknya. Sekarang tempat ini telah dijadikan sebagai salah satu objek wisata, banyak barang peninggalan Mozart  dahulu yang dapat dilihat pengunjung. Tak jauh dari Mozartwohnhaus terdapat pula Mozartgeburtshaus .

Mozartgeburtshaus

Mozartgeburtshaus adalah rumah tempat Mozart mungil dilahirkan, disini lah awalnya tangisan mozart bergema hingga akhirnya tumbuh menjadi seorang pemusik yang dikenal dunia. Wolfgang Amadeus Mozart begitu orang mengenalnya hingga sekarang sebagai  komponis  terkenal dari Salzburg Austria 

Salzburg itu romantiknya hampir sama dengan kota Venice. Jika di Venice kita terhibur dengan Gondola-gondolanya, maka di Salzburg kita akan terhipnotis dengan alunan musik klasik khas Mozart. Hampir setiap pusat perbelanjaan memutar musik jenis ini. Salzburg memang sangat populer dengan tokoh komponis yang satu ini, bahkan souvenir-souvenir yang dijual pun berupa alat musik ala Mozart, coklat-coklat bergambar dan berbentuk Mozart dan alat musiknya. Salzburg yang merupakan salah satu kota terbesar di Austria, selain di kenal sebagai kota musik klasik juga terkenal sebagai kota garam dulunya. Kekayaan penduduk banyak bersumber dari pendapatan hasil olahan garam.

Hohensalzburg  Castle

Setelah puas melihat rumah kelahiran Mozart, saya dan suami kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini tujuan kami adalah mengunjungi kastil Hohensalzburg yang letaknya di atas puncak, kastil ini telah dibangun sejak tahun 1077 ketika uskup Agung Gebhard von Helfenstein. Untuk kesana kami mengunakan kereta listrik tram yang jalurnya menanjak dan menurun.  Kereta ini sengaja didesain tanpa tempat duduk agar tidak jungkir balik saat menaiki tanjakan yang menjulang serta menurun. Benar-benar uji nyali naik kereta ini, terutama bagi saya yang takut ketinggian. 


 
Kereta listrik (Tram)



 
Jalurnya menanjak dan menurun.


Rasa ngeri saya bertambah ketika melihat kota Salzburg dari ketinggian istana. Ketinggian membuat saya begitu takut, namun rasa kagum dengan keindahannya membuat saya nekat untuk motret-motret dari atas. Apalagi dari atas istana ini saya dapat melihat puncak pergunungan alpen yang diselimuti salju putih. Memang Salzbug memiliki alam yang indah di bagian utara pegunungan Alpen. Untuk melihat puncak alpen terdekat pengunjung dapat ke puncak Untersberg yang mempunyai ketinggian 1972 meter.

Dalam kastil Hohensalzburg banyak menyimpan sejarah tempo dulu seperti ruangan tempat tidur pangeran yang bersalut emas, ruang pertemuan lengkap dengan alat musik, dan galeri-galeri masa kerajaan dahulu termasuk senjata dan seragam prajurit, semua masih tertata rapi dan terawat. Di bangunan yang lain saya juga bisa melihat berbagai ruang penyiksaan lengkap dengan peralatan hukuman seperti kursi besi, topeng besi yang runcing, rantai kaki dan tangan, dll. Dari peralatan-peralatan itu saya dapat membayangkan bagaimana kerasnya penyiksaan terhadap tawanan perang  yang dilakukan di kastil ini. Benar-benar merinding bulu kuduk saya melihat gambar-gambar dan peralatan di ruangan tersebut.



Hohensalzburg  Castle


Sebenarnya ingin sekali saya memotret setiap ruangan dan peralatan yang ada, namun di kastil ini dilarang mengunakan kamera, petugas dan CCTV pun ada di setiap sudut. Secara sembunyi-sembunyi sempat juga saya  motret pakai handphone, sambil senyum nyengir pada petugas wanita yang berdiri di salah satu sudut ruang tidur pangeran,  pegawai itu seakan tahu bahwa saya sangat antusias ingin memotret,  dibiarkannya saya memotret setiap ruang pribadi pangeran. Saya benar-benar kagum dengan ruangan tersebut, walau kastil ini telah dibina ratusan abad yang lalu, namun desainnya sangat modern, langit-langit kamar sang pangeran dihiasi ukiran emas seakan terkesan seperti kerlipan bintang di langit, saya sempat juga lihat kamar mandi dan WC sang pangeran, peralatan mandinya lucu dan unik sekali. 

Beberapa stelan jas lengkap dengan atributnya tertata rapi dalam lemari kaca, wow saya benar-benar terkesima melihat  baju peninggalan sang pangeran, desainnya sangat indah tak kalah dengan baju desainer sekarang ini, padahal umur baju tersebut sudah ratusan abad yang lalu. Ruang dapur plus peralatan makannya juga sangat klasik.  Lelah juga mengunjungi setiap sudut kastil ini, padahal masih ada beberapa bangunan istana yang belum saya masuki.
Saya dan suami pun kembali menyusuri sungai  Salzach, menikmati alunan musik yang membuat kami terlena dalam panasnya sinar matahari di musim panas. Seakan-akan seperti mimpi dapat berjalan di alun-alun kota salzburg. 


 
Sungai  Salzach