Coretan pena

Kamis, 16 Mei 2013

Catatan Belanda : Mengembara ke Negeri Kincir Angin



                                                                                               Oleh : Lisa Tjut Ali
  

Tanggal 9 Mai 2013 di Jerman liburan, biasanya kalau liburan hari kamis, hari jumat posisinya terjepit antara libur atau tidak. Biasanya banyak orang yang mengambil cuti pada hari jumaat dan mengunakan kesempatan 4 hari ini untuk liburan ke luar Jerman. Kebetulan saat itu lagi musim semi dan tiket wisata sedang murah, akhirnya saya dan suami memilih liburan ke Amsterdam, Amsterdam selain kota terbesar juga merupakan  ibu kota Belanda.  Sebenarnya semua wisata di eropa khasnya hampir sama, hanya kebudayaan dan keindahan alamnya yang berbeda-beda. Menurut saya wisata ke Belanda yang di kenal dengan negeri Holland, Nederlands, kincir angin, keju, klompen (sepatu tradisional belanda)  dan jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler  ini, sangat bernuansa romantik. Dimana di setiap kotanya di kelilingi oleh aliran sungai yang indah, jembatan dan boat semakin menambah kesan romantik. Putaran kincir angin, bunga-bunga tulip yang bersemi, membuat pikiran saya begitu tenang, bahkan melihat gadis-gadis belanda mendayungkan sepeda di setiap ruas jalan sambil menghiasinya dengan sekeranjang bunga, semakin membuat pikiran saya berimajinasi pada film-film belanda yang pernah saya nonton waktu kecil. 



Klompen sepatu tradisional Belanda



Klompen Souvenir yang jadi ciri khas dari Belanda



Keju khas Belanda


Saya begitu terkesan dengan tempat-tempat wisata di Belanda, senyum nyengir suami pun merekah, saat melihat nama-nama atau tulisan tertentu yang bacaannya hampir sama dengan bahasa Indonesia/ Aceh. Tentu saja bahasa Belanda hampir sama dengan bahasa Indonesia, karena Belanda salah satu negara yang pernah menjajah Indonesia. Bahkan banyak warga Belanda yang suka dengan masakan Indonesia, hal ini dapat di lihat banyaknya pengunjung dari belanda yang singgah dan makan di restoran restoran-restoran masakan Indonesia yang ada di Belanda. Ada beberapa tempat yang menurut saya sangat indah di belanda dan jadi pilihan untuk saya kunjungi saat itu.

1.      Keukenhof
Keukenhof adalah taman bunga terbesar di dunia. Di keukenhof Selain lebih dari 32 hektar bunga, terdapat 7 juta tulip yang mekar setahun sekali pada waktu musim semi. Keukenhof bukan saja di penuhi oleh tulip, anggrek, sakura namun juga banyak jenis bunga lainnya. Wisata  ini di buka setahun sekali pada musim semi dari akhir Maret sampai pertengahan bulan Mei. Saat yang bagus untuk lihat tulip antara bulan April dan Mei, semua tergantung dari cuaca juga. Lokasi  Wisata ini di Stationsweg 166-A  2161 AM Lisse, Belanda. Untuk kesana pengunjung dapat naik train dari Amterdam central ke Leiden, dari Leiden pengunjung dapat naik bus yang langsung menuju lokasi taman Keukenhof. Di sini juga ada gambar-gambar bunga Keukenhof.


 Lelah setelah mengelilingi taman Keukenhof 



2.      Volendam
Volendam Merupakan sebuah nama kota yang cantik  di Belanda, Letaknya di bagian barat yaitu  provinsi Noord-Holland.  Di volendam pengunjung dapat berfoto dengan mengunakan baju tradisional belanda. Dari amsterdam central ke tempat pemotretan baju tradisional ini pengunjung dapat naik bus yang menuju ke Edam atau volendam. Pada sopir pengunjung juga dapat menanyakkan langsung dimana lokasi stadio Foto De Boer, Haven 82, 1131 ET Volendam. Tempat ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat dan wisatawan, sehingga sangat mudah untuk melacak lokasi tersebut. Disana bukan saja studio foto De Boer, juga ada beberapa studio yang melakukan pemotretan yang sama. Saya lebih tertarik foto disini, selain banyak artis Indonesia yang foto disini,  hasil pemotretan serta pelayanannya juga sangat berpuas hati.


 Baju Tradisional Belanda



 Di pelabuhan Volendam



 Di Volendam  bangunan banyak berwarna hijau


3.      Amsterdam central
Amsterdam yang menjadi ibu kota Belanda, selain memiliki banyak wisata museum juga dapat menjadi tujuan untuk belanja.  Di sini pengunjung juga dapat mengambil kenangan dengan berfoto di tulisan “ I Amsterdam” tempat yang menjadi idola para wisatawan. Dari Amsterdam central ke lokasi ini, pengunjung dapat naik bus atau tram no 2. Di belanda, selain ada transportasi Bus, Metro, Tram juga ada Train. Train dan Tram, walau sama-sama kereta listrik namun ada perbedaan diantara keduanya. Train adalah transportasi yang beroperasional antar kota di Belanda, misal dari Amsterdam central ke kota Leiden, pengunjung dapat naik Train ini. Sedangkan Tram adalah transportasi yang beroperasional dalam kota-kota saja di Belanda, misal pengunjung mau keliling Amsterdam central, maka pengunjung dapat naik tram ini, dengan tram pengunjung dapat menjangkau  daerah-daerah kecil yang ada di kota Amsterdam dengan mudah dan cepat. 


 Amsterdam Central


bergambar di  "I Amsterdam"



Canal Cruise transportasi air untuk mengelilingi Amsterdam



Naik ini Free di Amsterdam


Kapal pesiar di perairan Amsterdam



EYE  " Film Museum in Amsterdam"



Suasana romantis di Amsterdam



4.      Leiden
Leiden merupakan kota kecil yang sangat cantik.  Di Leiden terdapat Universitas Leiden yang terkenal sebagai universitas tertua di Belanda. Di Leiden pengunjung Indonesia dapat dengan mudah mencari masakan Indonesia yang enak dan halal, salah satunya “Restoran Selera Anda”. Dari Amsterdam central ke Leiden pengunjung dapat mengunakan train.



Leiden kota kecil yang cantik dan romantik di belanda



Menu dari restoran Indonesia di Leiden


Satu pinggan ini 10 Euro, ada bakso dan rendang Indonesia

Pertokoan di Leiden





Selasa, 14 Mei 2013

Catatan Belanda : Indahnya tulip di Keukenhof



                                           Oleh : Lisa Tjut Ali


Bagi pengemar bunga, Keukenhof adalah tempat wisata yang tepat. Di Keukenhof setiap musim semi penuh dengan berbagai bunga. Menuju ke lokasi keukenhof di stationsweg 166A, 2161 AM LISSE, sangat mudah transpostasi. Dari amsterdam central pengunjung dapat ke Leiden atau Bandara Schiphol, dari Leiden atau Bandara Schiphol ini senantiasa ada bus ke Keukenhof, malah di sana ada tersedia Combi tickets Keukenhof yaitu tiket masuk dan tiket bus pulang pergi dari Keukenhof ke Leiden.


Keukenhof taman bunga terbesar di dunia



Keukenhof merupakan taman bunga terbesar di dunia, di sana kita dapat melihat berbagai jenis tulip, anggrek, sakura, dll. Keukenhof seluas 32 hektar ini di penuhi 7 juta tulip dan bunga lainnya yang mekar setiap musim semi. Festival-festival bunga sering di adakan di sana, sehingga tidak heran setiap musim semi,  jutaan pengunjung dari berbagai negara memilih wisata yang satu ini. Dalam 64 tahun terakhir, keukenhof telah mencapai angka lebih dari 50 juta pengunjung. Taman Keukenhof ini juga di lengkapi oleh beberapa pavillion diantaranya pavillion Wilhelmina, pavillion Juliana, Pavillion Oranje Nassau, Pavillion Beatrix dan Pavillion Willem-Alexander.



Lahan yang penuh dengan bunga


Ladang tulip


Bunga tulip


 
Pengunjung mulai bergaya di taman-taman



Berbagai variasi  taman di bentuk dari bunga


Semua bunga kelihatan menarik



Orange dan kuning dua paduan yang menarik


Tenggelam di antara bunga-bunga


Si Putih yang mengoda


Merah putih jadi ingat bendera


Si ungu yang mekar indah


 


Di Keukenhof, pengunjung bukan saja di hibur oleh berbagai jenis bunga, namun juga dapat menaiki boat untuk mengelilingi sungai yang mengalir di sepanjang Keukenhof, sambil menikmati berhektar-hektar ladang tulip, suara putaran kincir angin semakin menambah keindahan Keukenhof. Penyediaan fasilitas berjalan di bebatuan yang ada di danau buatan, sambil melihat lincahnya angsa putih dan air mancur juga menjadi daya pikat tersendiri bagi pengunjung keukenhof. Wajar kalau keukenhof  dikenal sebagai taman bunga terbesar di dunia dan tempat yang paling banyak menjadi objek foto di dunia, karena selain kaya dengan jenis bunga juga memiliki pemandangan yang bagus untuk tempat pemotretan, saya saja yang bukan seorang photografer, bisa menghabiskan memori untuk memotret setiap sudut taman keukenhof, rasanya semua tempat begitu indah untuk di abadikan dengan kamera.



Bergaya diantara bunga dan angsa putih



Pesona air mancur di danau buatan


Dengan bebatuan itu pengunjung dapat berjalan di Danau


 
Suami ikutan bergaya


Di atas kincir angin












Kamis, 02 Mei 2013

Catatan Jerman : Ketika Sakura bersemi di Japanese Garden

                                                                                                                  Oleh : Lisa Tjut Ali



           Setelah beberapa bulan merasakan dingin yang membeku, akhirnya musim semi pun tiba, di mana-mana bunga mulai bermekaran, seakan-akan memamerkan sisi keindahannya masing-masing. Ya setiap bunga mempunyai keindahannya tersendiri. Musim semi memang musim yang selalu di nanti, terutama bagi mereka yang tidak tahan dengan suhu dingin seperti saya. Bagi saya musim semi merupakan musim yang sangat romantik, karena pada musim itu alam semesta terlihat begitu sangat indah, seakan-akan semua bunga menujukkan persahabatannya dengan insan. Semua mata yang memandang pasti kan tersenyum bahagia, bukan saja hati menjadi teduh,  namun seakan kalbu pun ingin berucap syukur pada Allah yang telah membuat alam semesta beserta isinya begitu indah. Sungguh saya tidak pernah bosan memandang bunga yang bermekaran, musim semi seperti sebuah kemenangan setelah perjuangan panjang melalui musim panas, musim gugur dan musim dingin. 

Subhanallah melihat setiap perubahan musim ini, memberi saya pengajaran tersendiri, betapa hidup ini penuh dengan perjuangan dan warna, yang pasti setiap masalah pasti ada penyelesaian, setiap tangisan pasti ada tawa, dan setiap kegagalan pasti ada keberhasilan, seakan perubahan musim ini mengajari saya arti bertahan, semangat dan berjuang. Malu rasanya jika melihat bunga-bunga mampu bertahan dengan perubahan musim, namun kita yang punya akal begitu lemah menghadapinya, sepertinya kita bukan insan yang lemah, namun kita insan yang terlalu naif, cepat menyerah dan cepat mengeluh dan akhirnya putus asa, kita sering terlalu cepat mengatakan tidak mampu, padahal belum pun mencoba.



Sakura putih mulai bermekaran



Saat mata saya tertuju pada sederetan pohon sakura yang berbunga indah, saya dapat bayangkan bagaimana pohon sakura itu berusaha melindungi diri, kala musim panas matahari membakar pohon rindangnya, hingga mengugurkan seluruh daunnya, dan saya dapat membayangkan bagaimana pohon sakura berusaha bertahan, kala musim dingin salju tebal menyelimuti seluruh dahannya, hingga akhirnya semua bunga bermekaran di setiap sudut dahan dan rantingnya. Saya pikir wajar bunga-bunga memamerkan keindahannya setelah mampu bertahan untuk tiga musim, kita manusia pun akan tertawa lepas ketika mampu melalui masa sulit.


 
Indahnya Sakura



Diam-diam saya begitu iri melihat sederetan pohon sakura, bagaimana saya tidak iri, pohon yang sedang mekar itu di kerumuni oleh puluhan pengunjung, hanya sekedar untuk bergambar dengan bunganya yang merekah indah, dari kejauhan saya melihat berbagai macam gaya manusia di ekspresikan untuk bergambar dengan sakura, Saya melihat orang-orang begitu bahagia, memandang dan menikmati indahnya sakura, mereka seakan lupa bahwa sakura pernah melalui masa sulit hanya untuk merekah indah, hingga akhirnya memberi bahagia untuk seluruh alam semesta. Saat itu saya jadi berpikir, jika sebatang sakura mampu bertahan dan akhirnya dapat memberi senyuman untuk semua, kenapa saya tidak. Insyaallah saya juga harus mampu bertahan atas semua takdir, dan saya harus mampu menghadirkan senyuman untuk yang ada di sekitar saya. Semoga keirian saya pada pohon sakura merupakan keirian yang positif. Terima kasih sakura, bunga mu memberi saya semangat baru, Allhamdulillah Yaa Allah atas setiap kesempatan untuk saya jalani kehidupan di dunia ini. Saya pun ingin bersahabat dan bergambar denganmu sakura.