Senin, 27 Mei 2013

Catatan Jerman : Gembok Cinta di Köln

                                                                                                             
                                                                                                              Oleh : Lisa Tjut Ali




Beberapa bulan yang lalu, setelah jalan-jalan ke perbatasan negara Belgia dan Belanda bersama dengan keluarga pak Rudi Kurniawan M.Sc,  Saya dan suami mampir ke kota Bonn dan Köln.  Kota  Köln atau cologne ini selain terkenal dengan Cologne Cathedral, juga terkenal dengan Jembatan gembok cinta. Kalau mau lihat jutaan gembok dengan model yang unik-unik maka koln lah tempatnya. Tempat ini merupakan tempat yang paling favorit di koln, terutama bagi pasangan muda-mudi yang sedang kasmaran.  Di sepanjang jembatan gembok cinta atau jembatan Hohenzollern ini, terdapat ribuan juta gembok yang di sangkut tanpa kunci. Konon katanya  bagi pasangan yang ingin cintanya abadi dan tak terpisahkan, akan mengunci gembok-gembok di pagar kawat yang terdapat di sepanjang jembatan. Mereka yang sedang di mabuk cinta sepertinya menyakini mengunci gembok sama dengan mengunci cinta atau hati mereka berdua, sehingga cinta mereka akan tetap abadi dan setia hingga akhir nanti. Kedengarannya sangat konyol dan unik,  mana mungkin cinta dapat di gembok, namun bagi yang sedang kasmaran akan melakukan apa saja untuk membuat hubungan mereka langgeng.

Saya dan suami berulang kali tersenyum nyengir dan adu pandang karena menahan geli, saat  melihat jutaan gembok  dan prilaku muda-mudi yang sedang di mabuk cinta. Berbagai variasi gembok ada disana, dari warna lembut hingga warna cerah, bahkan ukurannya pun bervariasi, dari yang sekecil-kecilnya hingga yang paling besar. Setiap pasangan rasanya ingin memberi gembok cinta yang terbaik. Sebelum gembok-gembok di sangkut ke pagar, mereka akan berdoa atau berikrar terlebih dahulu, seperti sebuah ikrar percintaan antara dua hati yang tak ingin terpisahkan, setelah masing-masing berdoa, mereka akan mengikat gembok yang telah di beri nama mereka berdua ke pagar jembatan, lalu kuncinya di buang ke sungai Rhein. 

Saat melirik sungai Rhein saya jadi berpikir, jika sungai ini kering pasti akan terlihat jutaan kunci yang terbuang di sana.  Sebuah polusi rasanya, membuang kunci-kunci ke sungai, saat kunci itu masih sedikit mungkin tak berdampak apa-apa pada lingkungan namun jika terus-terusan hal ini dilakukan oleh setiap generasi Jerman, lambat laun kan mengangu aliran sungai Rhein. Membuangnya ke tong sampah atau memyimpannya di rumah rasanya jauh lebih bijak, sehingga jika sewaktu-waktu perlu gembok bisa di ambil kembali  ( * _ *).





Cologne Cathedral



Cologne Cathedral  tampak dari depan




 
Berjuta gembok cinta


 
Gembok cinta



 
Gembok biru itu ikatan cinta atau persahabatan



 
semua berharap cinta yang abadi dan sejati


Bervariasi ukuran gembok


 
Kononnya mengikat hati atau cinta




Gembok bentuk kura-kura juga ada


 
Besar sekali gembok hati ini ya



 
saling mengikat


 
Rupanya oma dan opa juga ada ikat gembok


 
hanya persamaan nama tapi bukan saya, wakakakakak



 
Sungai Rhein yang menampung cinta rakyat Jerman



 
Indahnya Sungai Rhein














Rabu, 22 Mei 2013

Catatan Jerman : Schwebebahn Wuppertal


                                                                                                                Oleh : Lisa Tjut Ali

 
Beberapa hari yang lalu, saya singgah  ke kota Wuppertal. Wuppertal merupakan salah satu kota Nordrhein-Westfalen, yang juga termasuk dalam wilayah VRR. Sebenarnya kota ini sama saja dengan kota-kota lain yang ada di Jerman, yang dominan dengan bangunan-bangunan ala eropa. Namun ada satu hal yang membuat saya merasa Wuppertal terlihat lebih mempesona dengan aliran sungai  Wupper di sekeliling kotanya. Di atas sungai itu di lengkapi tiang-tiang besi kokoh untuk bergantungnya kereta listrik (monorel gantung). Dengan mengunakan kereta listrik gantung yang melaju di atas sungai, pengunjung bukan saja dapat menyaksikan indahnya pemandangan kota Wuppertal dari ketinggian, namun  juga dapat menikmati gemerciknya aliran sungai wupper di sepanjang perjalanan. Kesan romantik dan pertualangan sangat terasa di kota ini. Kereta listrik gantung ini adalah salah satu alat transposrtasi dalam kota Wuppertal, selain transportasi bus, train dan U-bahn. Bagi wisatawan yang ke Wuppertal, biasanya lebih memilih mengunakan kereta listrik gantung ini untuk mengelilingi kota wuppertal. 

Dalam hal ini saya melihat, sungguh bijak pemerintah Jerman dalam memanfaatkan peluang yang ada, bayangkan dengan adanya kereta listrik gantung ini, selain dapat mengurangi kemacetan lalu lintas, juga dapat menambah nilai keindahan sungai Wupper, bahkan pengunaan area tanah untuk pembangunan jalan raya dapat di tekankan, karena kereta listrik ini tidak memerlukan lahan atau jalan beraspal hanya bermodal rel yang di bangun di sepanjang sungai wupper. Sangat di sayang kan ketika kita melihat realita di negeri sendiri, banyak lahan-lahan masyarakat yang di korbankan untuk pembangunan jalan raya, yang kadang pembangunan jalan itu sendiri sering lepas dari sasaran dan tujuan. Ya itu lah kehidupan, jika tidak bijak mengambil keputusan dan rancangan maka tujuan pun meleset, akhirnya rakyat yang jadi korban. 

Di akhir perjalanan saya menikmati keindahan sungai wupper di atas kereta listrik gantung ini, pikiran saya pun berimajinasi ke Aceh, negeri tempat saya di lahirkan. Di Aceh juga terdapat sungai yang mengelilingi Banda Aceh, sungai yang di kenal dengan  Krueng Aceh ini, bukan saja sangat indah namun juga punya segudang sejarah. Kalau saja Aceh juga dibangun kereta listrik gantung seperti di Wuppertal, bukan saja Krueng Aceh jadi lebih mempesona, namun juga dapat memikat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh. Semoga saja suatu saat nanti, Aceh semakin banyak pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat.




Kereta listrik gantung di atas sungai Wupper



Kereta listrik gantung di pusat kota Wuppertal



Schwebebahn Wuppertal



Bijak dalam mengunakan lahan



Beralaskan tiang-tiang yang kokoh









Selasa, 21 Mei 2013

Catatan Belanda : Kebiasaan bersepeda di Holland


                                                                                             Oleh : Lisa Tjut Ali


Ketika berkunjung ke belanda, jangan heran jika banyak menjumpai orang-orang yang mengunakan sepeda. Di belanda, selain mengunakan mobil-mobil mewah, mengunakan sepeda memang sudah menjadi kebiasaan. Hal itu dapat terlihat dari ribuan sepeda terparkir hingga beberapa tingkat disana. 

Saya pikir ini sebuah kebiasaan yang sangat baik, selain dapat mengurangi polusi udara, juga sangat bagus untuk kesehatan. Sekarang ini bukan saja di Belanda, hampir seluruh negara menganjurkan masyarakat mengunakan sepeda dan kendaraan umum untuk mengurangi polusi udara dan kemacetan lalu lintas.

Semoga saja suatu saat nanti, sepeda dapat menjadi penganti mobil, sehingga alam menjadi segar dan bersahabat lagi. 

Walau sudah beberapa negara yang saya kunjungi, namun baru kali ini saya lihat tempat parkir sepeda hingga beberapa tingkat, tak lupa saya abadikan pemandangan yang saya anggap unik itu dengan kamera, ini dia hasil tangkapan saya.  




Tempat parkir sepeda



Apa tidak ketukar sepedanya



Bersepeda itu sehat






Kamis, 16 Mei 2013

Catatan Belanda : Mengembara ke Negeri Kincir Angin



                                                                                               Oleh : Lisa Tjut Ali
  

Tanggal 9 Mai 2013 di Jerman liburan, biasanya kalau liburan hari kamis, hari jumat posisinya terjepit antara libur atau tidak. Biasanya banyak orang yang mengambil cuti pada hari jumaat dan mengunakan kesempatan 4 hari ini untuk liburan ke luar Jerman. Kebetulan saat itu lagi musim semi dan tiket wisata sedang murah, akhirnya saya dan suami memilih liburan ke Amsterdam, Amsterdam selain kota terbesar juga merupakan  ibu kota Belanda.  Sebenarnya semua wisata di eropa khasnya hampir sama, hanya kebudayaan dan keindahan alamnya yang berbeda-beda. Menurut saya wisata ke Belanda yang di kenal dengan negeri Holland, Nederlands, kincir angin, keju, klompen (sepatu tradisional belanda)  dan jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler  ini, sangat bernuansa romantik. Dimana di setiap kotanya di kelilingi oleh aliran sungai yang indah, jembatan dan boat semakin menambah kesan romantik. Putaran kincir angin, bunga-bunga tulip yang bersemi, membuat pikiran saya begitu tenang, bahkan melihat gadis-gadis belanda mendayungkan sepeda di setiap ruas jalan sambil menghiasinya dengan sekeranjang bunga, semakin membuat pikiran saya berimajinasi pada film-film belanda yang pernah saya nonton waktu kecil. 



Klompen sepatu tradisional Belanda



Klompen Souvenir yang jadi ciri khas dari Belanda



Keju khas Belanda


Saya begitu terkesan dengan tempat-tempat wisata di Belanda, senyum nyengir suami pun merekah, saat melihat nama-nama atau tulisan tertentu yang bacaannya hampir sama dengan bahasa Indonesia/ Aceh. Tentu saja bahasa Belanda hampir sama dengan bahasa Indonesia, karena Belanda salah satu negara yang pernah menjajah Indonesia. Bahkan banyak warga Belanda yang suka dengan masakan Indonesia, hal ini dapat di lihat banyaknya pengunjung dari belanda yang singgah dan makan di restoran restoran-restoran masakan Indonesia yang ada di Belanda. Ada beberapa tempat yang menurut saya sangat indah di belanda dan jadi pilihan untuk saya kunjungi saat itu.

1.      Keukenhof
Keukenhof adalah taman bunga terbesar di dunia. Di keukenhof Selain lebih dari 32 hektar bunga, terdapat 7 juta tulip yang mekar setahun sekali pada waktu musim semi. Keukenhof bukan saja di penuhi oleh tulip, anggrek, sakura namun juga banyak jenis bunga lainnya. Wisata  ini di buka setahun sekali pada musim semi dari akhir Maret sampai pertengahan bulan Mei. Saat yang bagus untuk lihat tulip antara bulan April dan Mei, semua tergantung dari cuaca juga. Lokasi  Wisata ini di Stationsweg 166-A  2161 AM Lisse, Belanda. Untuk kesana pengunjung dapat naik train dari Amterdam central ke Leiden, dari Leiden pengunjung dapat naik bus yang langsung menuju lokasi taman Keukenhof. Di sini juga ada gambar-gambar bunga Keukenhof.


 Lelah setelah mengelilingi taman Keukenhof 



2.      Volendam
Volendam Merupakan sebuah nama kota yang cantik  di Belanda, Letaknya di bagian barat yaitu  provinsi Noord-Holland.  Di volendam pengunjung dapat berfoto dengan mengunakan baju tradisional belanda. Dari amsterdam central ke tempat pemotretan baju tradisional ini pengunjung dapat naik bus yang menuju ke Edam atau volendam. Pada sopir pengunjung juga dapat menanyakkan langsung dimana lokasi stadio Foto De Boer, Haven 82, 1131 ET Volendam. Tempat ini sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat dan wisatawan, sehingga sangat mudah untuk melacak lokasi tersebut. Disana bukan saja studio foto De Boer, juga ada beberapa studio yang melakukan pemotretan yang sama. Saya lebih tertarik foto disini, selain banyak artis Indonesia yang foto disini,  hasil pemotretan serta pelayanannya juga sangat berpuas hati.


 Baju Tradisional Belanda



 Di pelabuhan Volendam



 Di Volendam  bangunan banyak berwarna hijau


3.      Amsterdam central
Amsterdam yang menjadi ibu kota Belanda, selain memiliki banyak wisata museum juga dapat menjadi tujuan untuk belanja.  Di sini pengunjung juga dapat mengambil kenangan dengan berfoto di tulisan “ I Amsterdam” tempat yang menjadi idola para wisatawan. Dari Amsterdam central ke lokasi ini, pengunjung dapat naik bus atau tram no 2. Di belanda, selain ada transportasi Bus, Metro, Tram juga ada Train. Train dan Tram, walau sama-sama kereta listrik namun ada perbedaan diantara keduanya. Train adalah transportasi yang beroperasional antar kota di Belanda, misal dari Amsterdam central ke kota Leiden, pengunjung dapat naik Train ini. Sedangkan Tram adalah transportasi yang beroperasional dalam kota-kota saja di Belanda, misal pengunjung mau keliling Amsterdam central, maka pengunjung dapat naik tram ini, dengan tram pengunjung dapat menjangkau  daerah-daerah kecil yang ada di kota Amsterdam dengan mudah dan cepat. 


 Amsterdam Central


bergambar di  "I Amsterdam"



Canal Cruise transportasi air untuk mengelilingi Amsterdam



Naik ini Free di Amsterdam


Kapal pesiar di perairan Amsterdam



EYE  " Film Museum in Amsterdam"



Suasana romantis di Amsterdam



4.      Leiden
Leiden merupakan kota kecil yang sangat cantik.  Di Leiden terdapat Universitas Leiden yang terkenal sebagai universitas tertua di Belanda. Di Leiden pengunjung Indonesia dapat dengan mudah mencari masakan Indonesia yang enak dan halal, salah satunya “Restoran Selera Anda”. Dari Amsterdam central ke Leiden pengunjung dapat mengunakan train.



Leiden kota kecil yang cantik dan romantik di belanda



Menu dari restoran Indonesia di Leiden


Satu pinggan ini 10 Euro, ada bakso dan rendang Indonesia

Pertokoan di Leiden